20 Lagu-lagu Terlaris Gito

September 17, 2007

gito_rollies.jpg

Label oleh Blackboard Indonesia

Durasi : C-90

Lagu :

SIDE A

  1. Nona Cipt.Billy JB & Deddy Dhukun & Ancha Haiz
  2. Kehidupan Cipt. Jockie S.
  3. Kok…Lepas Sensor Cipt. Oetje F. Tekol
  4. Es-Mi-Ran Cipt. Ancha Haiz & Dani Mamesah
  5. Permata Hitam Cipt. Ikang Fawzi
  6. Kehilangan Cipt. Ithink
  7. Air Api Cipt. rudy Gagola & Areng W
  8. Ayo yok Ayo Cipt. Oetje F. Tekol & Ajie Soetama
  9. Dunia Dalam Berita Cipt. Oetje F. Tekol
  10. Misteri Cipt. Dodo Zakaria

SIDE B

  1. Aku Tetap Aku Cipt. Dodo Zakaria
  2. Goyah Cipt.Ithink
  3. Tuan Musik Cipt. Oetje F. Tekol
  4. 1…2…3 Cipt. Farid Harja
  5. Sesuap Nasi Cipt. Jonathan P. & Younky S.
  6. Bila Haus Di Padang Tandus Cipt. Johanes Purba & Gito
  7. Sama Juga Bohong Cipt. Franky Raden
  8. Kemana Cipt. Ian Antono & Abadi Soesman
  9. Jarum Neraka Cipt. Ian Antono & Areng W.
  10. Burung Kecil Cipt. Oetje F. Tekol

LIRIK :

Nona
Cipt.Billy JB & Deddy Dhukun & Ancha Haiz

Nona…, apa khabar, nona, nona… koq diam
kenapa pergi ke sana jauhi
ku tak suka kenal pandamu
sering berdusta
bersandiwara kau bilang dirimu setia

Nona… apa salahku nona,
he… nona coba jelaskan saja,
kau bilang aku ini laki-laki pendusta,
kau bilang aku ini bersandiwara,
atau karena dia wanita itu,
dia teman biasaku he… he… he…

Nona, tunggu dulu nona,
he… nona aku minta bicara,
coba katakan apa maumu,
coba buktikan bahwa dirimu hanyalah milikku seorang

Okey… lah. sama jelaslah sudah,
hanya satu kau yang kusayang,
nah… kini kita telah sama-sama mengerti,
dan untuk apa lagi cemburu buta,
sudah lupakan saja yang membuat resah hati kita bersalah.

Kehidupan
Cipt. Jockie S.

Ku kejar prestasi itu,
seribu langkah tapakku
ya, aku lari

Tunggu ku tarik nafasku,
kubasuh dulu wajah ini,
hei hei tunggu dulu,
tak dapatkah sejenak hentikan ambisimu,
lihatlah peluhku,
tengoklah hatiku

Seribu satu problema,
menyesak di dalam dada,
susu anakku

Tak kau hiraukan mereka,
walau mereka, walau, walau, walau, walau apa ?

Masih aku bertahan,
walau kupaksakan,
sampai batas waktu keadilan datang

Oh pikirkan, renungkan, pikirkan,
bilakah semua kau pikirkan

Kok…Lepas Sensor
Cipt. Oetje F. Tekol

Poster terpampang erotis dan merangsang,
di bioskop utama,
lihat antusias penonton yang antri begitu panjang

Waduh dipagar tampak adegan ranjang,
bikin dadamu berguncang,
nafas pun tertatahan dan penantian semuanya tegang

Tapi anehnya di koran-koran protes yang keras t’rus dilontarkan,
kritik pembaca semuanya tanya kenapa film begitu terus diputar
(kenapa film begitu lepas sensor)

Protesmu keras, kritikanmu boleh pedas, wow wow,
diam yang juga doyan (tapi kok laku keras)

Protesmu keras, kritikanmu boleh pedas, wow wow,
jangan bohongi diri (uang punya bicara)

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa


Best of Vina Panduwinata

September 6, 2007

vina_panduwinata.jpg

Label oleh Billboard Indonesia

Lagu :

SIDE A

  1. Burung Camar Cipt. Iwan A. & Aryono
  2. Kumpul Bocah Cipt. Dodo Zakaria
  3. Di Dadaku Ada Kamu Cipt. Dodo Zakaria
  4. Aku Cinta Kau Cipt. James F. Sundah
  5. Kawan Cipt. Ria R. Prawira
  6. Bisikku Cipt. Oetje F. Tekol

SIDE B

  1. Dunia Yang Kudamba Cipt. Rully Johan
  2. Citra Biru Cipt. James F. Sundah
  3. Bunga Cinta Cipt. Bambang M. & Temmy L.
  4. Dia Cipt. Randy Anwar
  5. September Ceria Cipt James F. Sundah
  6. Cinta Cipt. Adjie S. & Chrisye

LIRIK :

Burung Camar
Cipt. : Iwan A. & Aryono Huboyo DS

Burung camar tinggi melayang
bersautan dibalik awan
Membawa angan-angan ku jauh meniti buih
Lalu hilang jauh di lautan

Oh bahagia tiada terperi
Indah nian derap jiwaku
Tak kenal duka derita
Tak kenal nestapa
Ceria penuh pesona

Tiba-tiba kutertegun lubuk hatiku tersentuh
Perahu kecil terayun nelayan tua di sana
Tiga malam bulan t’lah menghilang
Langit sepi walau tak bermega

Tiba-tiba kusadari lagu burung camar tadi
Cuma kisah sedih nada duka hati yang terluka
Tiada teman berbagi derita, bahkan untuk berbagi cerita

Burung camar tinggi melayang
bersahutan di balik awan
Kini membawa anganku yang tadi melayang
Jatuh dia dekat di kakiku

Kumpul Bocah
Cipt. : Dodo Zakaria

Kaki kecil berlari kesana kemari
Sambil tertawa riang
Kedua tangannya diayung kiri kanan
Hari ini bahagia terbias di wajahnya
Slamat hari ulang tahun manis
S’moga kamu panjang umur
Cepat undang semua teman

Bocah centil yang tidak dapat duduk tenang
Pinggulnya slalu goyang
Ia berjanji nanti malam akan datang
Bersama teman-teman, menari jaipongan
Ding plak-ding plung-ding plak-ding
plak-ding plung
bletak-kempul-kemplak-kembyar

Reff…
La la la la la la la la
La la la la la la hu hu hu…
Pandanglah awan, di atas bintang-bintang
Di sana semua bidadari turut bernyanyi riang

Inginkah kau pergi kesana
Terbang bersama kupu-kupu
Bermain pelangi
Bersama dewa-dewi
Petiklah sebuah bintang
Dan bawalah pulang
petiklah bintang, dan bawalah pulang
Berikan kepada guru tersayang

Didadaku Ada Kamu
Cipt. : Dodo Zakaria

* Didadaku, ada senyummu
ada cintamu
ada hasratmu
ada kumismu
ada kupingmu
Di dalam dadaku ada kamu

Di hatiku, tersimpan wajahmu
tersimpan marahmu
dan juga tangismu

Semakin kutunggu
Semakin menggebu
Ingin kumiliki semua yang ada di dirimu

Oh kekasihku bimbinglah daku
Menuju cinta yang bahagia
Peluklah diriku, hadirkan cinta
Ujudkan hasratmu hasratku

[Kembali ke *]

Coda :
Oh kekasihku bimbinglah daku
Menuju cinta yang bahagia
Peluklah diriku, hadirkan cinta
Ujudkan hasratmu
Ujudkan hasratku
Ujudkan hasrat cintaku
Kita berdua…[3x]

Aku Cinta Kau
Cipt. : James F. Sundah

Kutatap sinar mentari
Dari balik tirai kabut misteri
Yang seolah tak akan henti
Menghangatkan sang pagi
Walaupun kemarau di ujung sisi
Namun kemilaumu masih memberi berjuta arti

Kubelai rindu di hati
Dengan untai nada berbunga mimpi
Dan kuisi gelora ini pada relung naluri
Walaupun mungkin tak sempat berarti
Kendati pancar matamu menggoda diri

Reff. :
Inikah isyaratmu
Inikah mula
Membelitnya sutra indah
Di antara kita
Ataukah hanya bunga khayalku
Wahai mentari di sana
Dan aku di sini
Jalinan kita kelak abadi

Kawan
Cipt. : Ria R. Prawiro

Merenungku dalam sunyi
Hangat dalam suasana resah
Rajutan hati mengayun tanya
Cipta hasrat mengubah hari

* Kuatur langkah ke muka
Buka tabir yang tersingkap
Kau nyata ada dalam dunia
Siap ‘tuk menuju
Harap dalam cita-cita

Reff. :
Gapailah diriku oh kawan dan usiklah mimpi
Biarlah nyata yang ada pada diri kita
Bersatu, dalam jiwa
Dalam citra meneguk isi bumi

Sgala puji syukur pada yang Maha Kuasa
Diciptakan diriku dan dirimu kawan
Kini, sinar kasih
Tulus dan murni abadi dalam kau dan aku

[Kembali ke *]

Bisikku
Cipt. : Oetje F. Tekol

Kubisikkan namamu
Saat rasa rindu
Mengusik relung sepi hatiku

Gelisah ku menanti
Kau hadir kembali
‘Tuk menjemput cerah hari nanti

Reff. :
Datanglah, datang
Dambaan hati
Dan sambutlah diri ini
Dan biarkan asmara membuai kita berdua

Datanglah, datang
Kesuma hati
Dan sambutlah diri ini
Dan biarkan sang asmara meniti
Bahagia bersamamu
Bersamamu, bersamamu

Dunia Yang Kudamba
Cipt. : Rully Djohan

Jalan mana kulalui
Acapkali ku mencari
Entah di sana
Atau di sini
Aku gelap semua itu

Dunia dimana arahmu
Ingin aku memandang
Damai gelora
Berbaur satu
Serta gelut bahagia, semuanya

Ref. :
Kadangkala aku berjalan
Berfikir lepas tiada belenggu
Tak kuharap kesuramanmu
Cuma kuharap ceriamu
Entah di sana
Atau di sini
Bahagia semua di dunia ini

Citra Biru
Cipt. : James F. Sundah

Citra Biru
Citra khayalku
Membawaku ke alam yang semu
Berkabut kelabu
Aku semakin ragu, semakin tak tahu

Citra biru
Datang berlalu
Meninggalkan satu kenangan
Yang mungkin berkesan
Untuk membuka jalan di masa depan
Sebelum prasangka mengganggu

Ref. :
Kutahu mimpi tak selalu berubah
Menjadi satu kenyataan yang indah
Kulihat hari semakin cerah
Inikah jawaban bagi hati yang gundah

Bunga Cinta
Cipt. : Bambang M. & Temmy L.

Bila engkau mekar di usia nanti
Banyak tangan duri di tangkaimu
Bila dia melangkah mendekatimu
Katakan saja, tak ada cinta dini hari

Putik cinta yang indah di kelopakmu
Mengayun asmara di hatimu
Bila angin bertiup kencang menderu
Jagalah dia, tahanlah dia, jangan ragu

Lalala lala lala lala – lalu apa yang ku
Lalala lala lala lala – lakukan
Biar indah usiamu
Biar jernih langkahmu nanti

Bila kau temui seorang satria
Yang berbusur panah di arahmu
Bila pantun cinta telah diucapkan
Kau sambut dia, nyanyikan saja, dalam lagu

Lalala lala lala lala – lalu apa yang ku
Lalala lala lala lala – lakukan
Biar indah usiamu
Biar jernih langkahmu nanti

Oh indahnya hidup ini
Oh asyiknya cinta itu terasa

Dia
Cipt. : Randy Anwar

* Kata demi kata
Jalin dengan indah
Untuk menguraikan
Maksud hati

Ku beranikan diri
Untuk memulainya
Tapi mengapa bibirku
Tak dapat bergerak, terasa berat…

Oh malunya hati ini
Bila kuingat saat itu
Kami hanya saling berpandang
Dan terdiam terpaku

Oh bulan hanya dirimu
Yang menyaksikan segalanya
Oh bulan tolonglah daku
Katakan padanya, kucinta dia…

[Kembali ke *]

Ku beranikan diri
Untuk memulainya
Tapi mengapa bibirku
T’rasa berat
Malam pun kian berlalu
Kami saling terpaku
Diam seribu bahasa
Hilang semua kata
Yang terangkaikan

September Ceria
Cipt. : James f. Sundah

Di ujung kemarau panjang
Yang gersang dan menyakitkan
Kau datang menghantar berjuta kesejukan

Kasih
Kau beri udara untuk nafasku
Kau beri warna bagi kelabu jiwaku

Tatkala butiran hujan mengusik impian semu
Kau hadir di sini, di atas kerinduanku

Kasih
Kau singkap tirai kabut hatiku
Kau isi harapan baru
Untuk menyongsong masa depan bersama

Reff. :
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria milik kita bersama

Ketika rembulan tersenyum di antara mega biru
Kutangkap sebersit isyarat di matamu

Kasih
Kau sibak sepi di sanubariku
Kau bawa daku berlari di dalam asmara
Yang mendamba bahagia

Cinta
Cipt. : Chrisye & Adjie Soetama

* Bergetar hatiku saat kuberkenalan dengannya
Kudengar dia menyebutkan nama dirinya

Sejak kubertemu ku telah jatuh hati padanya
Di dalam hati telah menjelma cinta
Dan bawalah daku selalu

Dalam mimpimu dilangkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti

Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya

[Kembali ke *]

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa