Label oleh Blackboard Indonesia
Durasi : C-90
Lagu :
SIDE A
- Nona Cipt.Billy JB & Deddy Dhukun & Ancha Haiz
- Kehidupan Cipt. Jockie S.
- Kok…Lepas Sensor Cipt. Oetje F. Tekol
- Es-Mi-Ran Cipt. Ancha Haiz & Dani Mamesah
- Permata Hitam Cipt. Ikang Fawzi
- Kehilangan Cipt. Ithink
- Air Api Cipt. rudy Gagola & Areng W
- Ayo yok Ayo Cipt. Oetje F. Tekol & Ajie Soetama
- Dunia Dalam Berita Cipt. Oetje F. Tekol
- Misteri Cipt. Dodo Zakaria
SIDE B
- Aku Tetap Aku Cipt. Dodo Zakaria
- Goyah Cipt.Ithink
- Tuan Musik Cipt. Oetje F. Tekol
- 1…2…3 Cipt. Farid Harja
- Sesuap Nasi Cipt. Jonathan P. & Younky S.
- Bila Haus Di Padang Tandus Cipt. Johanes Purba & Gito
- Sama Juga Bohong Cipt. Franky Raden
- Kemana Cipt. Ian Antono & Abadi Soesman
- Jarum Neraka Cipt. Ian Antono & Areng W.
- Burung Kecil Cipt. Oetje F. Tekol
LIRIK :
Nona
Cipt.Billy JB & Deddy Dhukun & Ancha Haiz
Nona…, apa khabar, nona, nona… koq diam
kenapa pergi ke sana jauhi
ku tak suka kenal pandamu
sering berdusta
bersandiwara kau bilang dirimu setia
Nona… apa salahku nona,
he… nona coba jelaskan saja,
kau bilang aku ini laki-laki pendusta,
kau bilang aku ini bersandiwara,
atau karena dia wanita itu,
dia teman biasaku he… he… he…
Nona, tunggu dulu nona,
he… nona aku minta bicara,
coba katakan apa maumu,
coba buktikan bahwa dirimu hanyalah milikku seorang
Okey… lah. sama jelaslah sudah,
hanya satu kau yang kusayang,
nah… kini kita telah sama-sama mengerti,
dan untuk apa lagi cemburu buta,
sudah lupakan saja yang membuat resah hati kita bersalah.
Kehidupan
Cipt. Jockie S.
Ku kejar prestasi itu,
seribu langkah tapakku
ya, aku lari
Tunggu ku tarik nafasku,
kubasuh dulu wajah ini,
hei hei tunggu dulu,
tak dapatkah sejenak hentikan ambisimu,
lihatlah peluhku,
tengoklah hatiku
Seribu satu problema,
menyesak di dalam dada,
susu anakku
Tak kau hiraukan mereka,
walau mereka, walau, walau, walau, walau apa ?
Masih aku bertahan,
walau kupaksakan,
sampai batas waktu keadilan datang
Oh pikirkan, renungkan, pikirkan,
bilakah semua kau pikirkan
Kokā¦Lepas Sensor
Cipt. Oetje F. Tekol
Poster terpampang erotis dan merangsang,
di bioskop utama,
lihat antusias penonton yang antri begitu panjang
Waduh dipagar tampak adegan ranjang,
bikin dadamu berguncang,
nafas pun tertatahan dan penantian semuanya tegang
Tapi anehnya di koran-koran protes yang keras t’rus dilontarkan,
kritik pembaca semuanya tanya kenapa film begitu terus diputar
(kenapa film begitu lepas sensor)
Protesmu keras, kritikanmu boleh pedas, wow wow,
diam yang juga doyan (tapi kok laku keras)
Protesmu keras, kritikanmu boleh pedas, wow wow,
jangan bohongi diri (uang punya bicara)
Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa
Maret 1, 2008 pukul 9:38 am |
turut berduka ats meninggalnya gito rollies
Handaru berkata,
InnaliLLAHi Wa Innailahi Roji’un
Maret 8, 2008 pukul 7:14 am |
minta info beli kaset2nya gito dong
Handaru menjawab,
Berburu ke toko-toko kaset jadul dan kalau di Malang di depan Stadion Gajayana pada malam hari ada yang jualan kaset jadul.
Juli 10, 2008 pukul 8:43 am |
wah saya pikir ada liriknya burung kecil… om gito tuh suaranya khas bagnet meskipun katanya suara dia yg serak itu karena rusak… almarhum ngikutin voice nya orang2 negro… tp tetep om gito oke.. apalagi diakhir hayatnya beliau begitu religious… jdi inget sama crita armand (gigi) saat dia bikin demo tape lagu2nya… katanya om gitu yg kasi spirit ke armand n puji klo lagu2nya armand bagus n bisa laku… mhh… we miss the nice guys…
Handaru berkata,
Sedih bercampur kagum mode on.
November 10, 2008 pukul 3:35 pm |
[...] Source [...]